BCA Fokus Kembangkan Inovasi Digital untuk Perkuat Layanan

by Kumparan.com
Armand Hartono di Konferensi Inovasi GDP Venture ICON 2018: Transform NOW because the future is TODAY

BCA ingin ikut beradaptasi dengan teknologi yang semakin maju saat ini. Salah satu langkah yang dilakukan BCA adalah dengan mengembangkan inovasi digital dalam layanannya.

Industri perbankan saat ini dituntut cepat dalam melakukan transformasi digital. Tak hanya BCA, banyak bank di Indonesia yang sudah mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk memberikan layanan kepada para nasabahnya.

BCA sudah melakukan sejumlah transformasi digital di berbagai aspek layanannya, seperti internet banking, mobile banking, layanan chatbot customer, asisten digital customer Vira, layanan digital payment Sakuku, hingga yang terbaru fitur transfer menggunakan QR code ke sesama nasabah BCA.

Wakil Presiden Direktur BCA, Armand Hartono, menjelaskan transformasi digital dalam industri perbankan sudah menjadi sebuah keharusan. Selain tuntutan zaman, ia mengatakan perkembangan teknologi yang ada saat ini jauh memudahkan operasional perusahaan dan membuat nyaman nasabah dalam bertransaksi.

"Era digital saat ini industri perbankan dituntut untuk terus berinovasi. Perilaku konsumen berubah, mereka sudah tidak mau bolak-balik ke kantor cabang untuk melakukan transaksi. Mau yang cepat, efisien dan mudah. Banyak kemajuan teknologi yang bisa membantu mewujudkan keinginan nasbah," jelas Armand, saat menjadi pembicara di konferensi ICON 2018 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Selasa (13/11).

Armand menjelaskan jika saat ini 97 persen transaksi nasabah Bank BCA berasal dari digital, bukan lagi di kantor cabang. Hanya sekitar 3 persen nasabah yang masih mendatangi kantor cabang itu pun untuk transaksi yang harus dilakukan di sana, seperti penarikan dana dalam jumlah besar dan layanan pergantian kartu atau sebagainya.

"Adaptasi teknologi saat ini begitu cepat beriringan dengan kemajuan teknologi. Orang-orang saat ini senang bertransaksi dengan smartphone mereka, tanpa harus antre panjang di Kantor cabang," katanya.

Tren digitalisasi di dunia perbankan akan terus terjadi dan berkembang. Bank BCA punya jurus jitu dalam mengikuti perkembangan tren tersebut dengan melakukan investasi yang serius di bidang digitalisasi.

"BCA akan selalu fokus untuk mengembangkan layanan digitalnya. Apalagi kemajuan teknologi memungkinkan hal itu, ada AI, machine learning, cloud, aplikasi digital kita manfaatkan semua itu. Kita juga fokus investasi di sana baik dana dan juga sumber daya manusianya. Memang di awal akan terasa berat dan mahal, tapi akan menikmati hasil yang luar biasa," terangnya.

Dalam transisi transformasi digital, isu berkurangnya lapangan pekerjaan menjadi santer diperbincangkan. Banyak pekerja yang khawatir, nanti tugasnya akan digantikan oleh teknologi, hal ini juga terjadi di dunia perbankan yang melakukan transformasi digital.

Menanggai hal itu, Armand menjelaskan bahwa tidak semua transformasi digital akan berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan. Ia mencontohkan transformasi yang terjadi di Bank BCA, di mana para pekerja akan mendapatkan pekerjaan yang lebih produktif di bidang lain.

"Selama beberapa tahun kita tidak melakukan pengurangan karyawan dalam masa transformasi digital ini. Namun, jumlah pekerjaannya pun tidak bertambah, tetapi jenisnya yang berubah seperti melakukan penghitungan uang setoran tidak dilakukan lagi oleh manusia, tetapi oleh komputer. Mereka dipindahkan bekerja di bidang lain yang lebih bermakna, lebih produktivitas," ucapnya.

Lebih rinci, ia menjelaskan arti pekerjaan yang lebih bermakna adalah pekerjaan yang memiliki konektivitas yang lebih intim dengan manusia atau nasabah Bank BCA. Sebab hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh komputer canggih sekali pun.

 

Similar articles: 

https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/teknologi-paksa-perusahaan-beradaptasi-lebih-cepat

 

Share this Article

Back