Rekam Jejak Tren Startup Tanah Air Sepanjang 2017

by Jeko Iqbal

DailySocial merilis laporan pergerakan industri startup di Indonesia. Yang cukup menarik, mereka juga mengungkap perkembangan lanskap startup lokal di sepanjang 2017.

Pada tahun lalu, pertumbuhan startup lokal terbilang agresif. Hal ini juga didorong dengan semakin banyaknya kebutuhan akan gaya hidup digital di Indonesia.

Selain itu, jumlah pengguna internet di Indonesia juga meroket drastis sebanyak 50 persen ketimbang 2016. Dengan demikian, pertumbuhan mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia kini mencapai 132,7 juta.

Disampaikan CEO Daily Social Rama Mamuaya, saat ini sudah ada lebih dari 230 startup di Indonesia. Bahkan, empat di antaranya sudah menyandang gelar "unicorn" dengan nilai investasi sebesar US$ 1,6-US$2,8 juta.

Dua di antaranya juga sudah melakukan penawaran publik perdana (IPO, Initial Public Offering) dan 91 sisanya sudah mengumumkan pendanaan putaran terbaru.

Terkait pendanaan, jumlah investasi tercatat mencapai nilai US$ 3 miliar (setara dengan Rp 40,8 triliun). Adapun 14 startup melakukan akuisisi dan merger di sepanjang 2017.

"Setiap tahun kami mencoba mengumpulkan semua informasi terkait ekosistem industri teknologi di Indonesia, dan mengemasnya dalam bentuk laporan singkat yang diharapkan bisa membantu para stakeholder untuk bisa melihat gambar besar pergerakan industri di Indonesia," kata Rama.

Rama juga mengungkap sektor startup apa saja yang dinilai berpotensi naik daun pada 2018. Pertama adalah sektor Financial Technology alias fintech. Menyusul sektor media digital dan juga kesehatan. Lalu, bagaimana dengan nasib e-Commerce?

"Kalau sektor e-Commerce akan tetap tumbuh pada tahun ini, tetapi jumlahnya justru semakin sedikit jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," papar pria berkacamata ini.

Namun demikian, Rama menekankan, e-Commerce yang sudah ada di tahun-tahun sebelumnya justru akan berkembang lebih besar pada 2018.

Jika memang ada startup e-Commerce baru yang muncul pada tahun ini, mereka justru akan menyasar pasar niche alias tersegmentasi.

Startup fintech sendiri memang cukup menggaung pada 2017. Kebanyakan dari mereka bahkan kerap melakukan kegiatan akuisisi dan merger.

Sebagai kelanjutan, ujar Rama,fintech pada tahun ini akan memiliki 'arah' yang lebih jelas karena ada teknologi pendukung yang semakin canggih dengan permintaan konsumen yang tahu akan keuntungan dari layanan yang ditawarkan.

Sementara itu, startup yang bergerak di media online juga akan mendapatkan dampak positif dari momen Pemilihan Umum (Pemilu) 2018. Dari situ, masyarakat mengakses informasi dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dari media-media baru ini.

Untuk startup kesehatan, Rama menilai mereka juga akan tumbuh perlahan dengan pengembangan layanan kesehatan berbasis internet dan mobile yang memudahkan pasien untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.

Bagi CMO GDP Venture Danny Wirianto, laporan tren dan lanskap startup ini sangat membantu karena pihak investor bisa menyimak gambaran perkembangan teknologi dan ekosistem internet di Indonesia.

"Ini tentu bisa menjadi pedoman dalam mempertimbangkan keputusan dalam berinvestasi," ujar pria yang juga dikenal sebagai Angel Investor ini.

"Setiap hari kami pasti membaca laporan yang ada dan melihat tren investasi dari dalam maupun luar negeri. Tetapi, laporan tahunan ini sangat kami tunggu karena merupakan suatu executive summarytentang pergerakan industri startup beserta ekosistemnya di tahun lalu, beserta prediksi perkembangannya di tahun mendatang," pungkasnya.

 

Related articles: 

https://dailysocial.id/post/laporan-perkembangan-industri-startup-teknol...

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180209090351-185-274993/media-f...

https://swa.co.id/swa/trends/fintech-diprediksi-akan-berkembang-cepat-ta...

Share this Article

Back